INFO

Posted by : berita kuliner Minggu, 28 Juli 2019

Demi Mengaplikasikan Mata Kuliah Pengantar Pariwisata  

Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit Semester I Sukseskan Acara ”Madakaripura & Bromo 2D1N Tour” 
MAHASISWA D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit yang saat ini duduk di Semester I,  menyukseskan acara Madakaripura & Bromo 2D1N Tour (MBT), yang dihelat pada pertengahan Januari 2019, tepatnya Rabu (16/01/2019) pagi hingga Kamis (17/01/2019) sore.
Kegiatan di luar kampus itu merupakan implementasi dari mata kuliah Pengantar Pariwisata yang diajarkan Dewi Mariyanah M.Par dan Psikologi Pelayanan Pariwisata yang diasuh oleh Imania Ayu Wulandari M.MPar. Kegiatan perkuliahan mahasiswa Akpar Majapahit ini bertempat Gedung Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya.
Tujuh mahasiswa Semester I yang menjadi peserta Madakaripura & Bromo 2 Days 1 Night Tour (MBT) adalah Arthur Togu, Arimbi, Renatta, Rifdah, Prabowo, Melly dan Zulfa Aulia. Mereka berangkat ke objek wisata Madakaripura, Rabu (16/01/2019) pagi dengan naik bus mini pukul 06.30 WIB.
Perjalanan darat dari Surabaya menuju objek wisata sejarah Air Terjun Madakaripura (salah satu Petilasan Kerajaan Majapahit) di Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo lewat tol ditempuh 1,5 jam saja dan rombongan sudah sampai di tujuan sekitar pukul 08.00 WIB.
Air terjun Madakaripura setinggi 200 meter itu merupakan air terjun tertinggi di Jatim dan tertinggi kedua di Indonesia. Air terjun ini adalah salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di lereng Gunung Bromo.
Air terjun Madakaripura berada di ujung lembah sempit dan berbentuk ceruk yang dikelilingi tebing-tebing curam yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, tiga diantaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi. 
Nama air terjun yang berada di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl) itu berasal dari kata Madakaripura, tanah perdikan milik Mahapatih Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit. Air terjun Madakaripura juga kerap disebut Air Terjun Abadi. Hal ini karena air yang dialirkan oleh air terjun ini selalu melimpah dan tak pernah berkurang debitnya.
Puas meng-explore objek wisata Air Terjun Madakaripura, rombongan selanjutnya meneruskan perjalanan ke Gunung Bromo yang sampai saat ini masih menjadi ikon wisata Jatim. Rombongan mahasiswa itu di dampingi Kaprodi UPW Akpar Majapahit Dewi Mariyanah M.Par, sekaligus juga Dosen Pengantar Pariwisata. Sesuai run down acara, mereka menginap semalam di Daddy Homestay, Kecamatan Sukapura.
Kepada kru www.culinarynews.info, seusai acara Madakaripura & Bromo 2D1NTour (NMT), Senin (21/01/2019) siang, Dewi Mariyanah M.Par mengatakan, mahasiswa yang menjadi peserta MBT ini otomatis dinilai oleh pihak akademik telah mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) pada mata kuliah Pengantar Pariwisata dan Psikologi Pelayanan Pariwisarta..
Sesuai dengan run down acara Madakaripura & Bromo 2D1N Tour (MBT),  rombongan mahasiswa peserta MBT 2019 yang biayanya dipatok Rp 450.000-an per orang itu sesampai di Daddy Homestay Sukapura, kawasan Bromo sekitar pukul 13.00 WIB untuk beristirahat, shalat dan makan siang. Pada sore dan malam harinya mereka menikmati suasana guyub rukun kehidupan warga Tengger di kawasan Bromo. 
Pada hari Kamis (17/01/2019) dini hari, sekitar pukul 02.00, rombongan siap-siap untuk meneruskan perjalanan ke Cemorolawang dengan menyewa jeep (jenis kendaraan four wheel drive). Dengan menumpang jeep –karena medannya memang cukup menanjak-- menuju Puncak Penanjakan (Cemorolawang), titik tertinggi di objek wisata Bromo guna melihat detik-detik matahari terbit (sunrise) sekitar pukul 04.00-05.00 WIB.
Sesampai di Cemorolawang, rombongan mahasiswa D3 UPW Akpar Majapahit Semester I yang di di dampingi Dewi Mariyanah M.Par menyempatkan diri untuk menyeruput kopi panas, teh hangat dan camilan –yang dijajakan pedagang kaki lima (PKL)-- untuk melawan dinginnya kawasan wisata Bromo. 
Hawa dingin hingga menusuk tulang itu dirasakan betul oleh peserta MBT 2019, sehingga ada beberapa mahasiswa yang membeli syal dan penutup kepala yang dijajakan PKL di Cemorolawang, guna menghangatkan badan.
Agenda melihat sunrise dari Cemorolawang ternyata tetap banyak diminati turis domestik maupun mancanegara, meski kawah Gunung Bromo sesekali terjadi erupsi dan mengeluarkan asap putih dan terkadang membawa partikel debu halus. 
“Mereka masih tetap antusias mengunjungi objek wisata Bromo. Justru fenomena erupsi ini yang menjadi daya tarik Bromo sebagai salah satu ikon Jatim. Pokoknya objek wisata Bromo ini amazing banget,” terang Zulfa Aulia, yang saat itu sempat berkenalan dan berfoto selfie dengan beberapa  turis asing dari Prancis, Jerman dan Brazilia.
Setelah menikmati sunrise di Puncak Penanjakan (Cemorolawang), keindahan kawasan Gunung Bromo dan keeksotikan yang lainnya, sekitar pukul 05.30, rombongan peserrta MBT kemudian melanjutkan perjalanan ke Kompleks Lautan Pasir Tengger, Bukit Teletubbies dan Pasir Berbisik di kaki Gunung Bromo. 
Puas menikmati keindahan Bromo dan segala sisik meliknya, rombongan mahasiswa D3 Prodi UPW Akpar Majapahit Semester I kemudian kembali ke Surabaya dan tiba di kampus Akpar Majapahit sekitar pukul 16.00-an. Good bye and See You Tomorrow….
Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin bergabung dengan civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © SEKOLAH PERHOTELAN & PARIWISATA - Majapahit Tourism Academy - Powered by MATOA - Designed by Irvan -