INFO

Archive for April 2016

Akademi Pariwisata Majapahit - Kunjungan Siswa SMKN 1 Sayung - Demak

By : berita kuliner

Akademi Pariwisata Majapahit - Kunjungan Siswa SMKN 1 Sayung - Demak

Kunjungan Studi Kampus Siswa SMKN 1 Sayung - Demak
  

Senin (18 April 2016), Akademi Pariwisata Majapahit yang berada di jalam raya Jemursari No. 244 Surabaya menerima kunjungan dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sayung, Demak, Jawa Tengah. Kunjungan edukasi ini dilaksanakan dalam rangka mengenalkan pendidikan lebih lanjut kepada siswa-siswi SMKN 1 Sayung, khususnya dari Jurusan Tata Boga untuk menyiapkan lulusan yang mampu bersaing dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Seperti yang diketahui bahwa Akademi Pariwisata Majapahit merupakan perguruan tinggi swasta di Surabaya yang sudah terakreditasi B. Salah satu program studi-nya adalah DIII dengan program studi Perhotelan dan Pariwisata (Usaha Perjalanan Wisata). Program studi ini dibuka khusus bagi lulusan siswa SMK ataupun SMA yang ingin melanjutkan studi di dunia industri perhotelan atau pariwisata.
Kunjungan dari SMKN 1 Sayung ini diikuti oleh 15 siswa dari jurusan Tata Boga, dan tiba di Akpar Majapahit sekitar pukul 09.00 WIB. Sambutan hangat dari segenap jajaran dosen dan beberapa mahasiswa Akpar Majapahit ini diadakan di ruang laboratorium perhotelan di lantai 4 dengan kapasitas yang cukup luas.


Pada kesempatan tersebut, bapak R. Paulus Soetrisno, M.Par selaku Kaprodi Perhotelan dan didampingi bapak Hardhita Kusdharyanto, M.Par, dosen perhotelan Akpar Majapahit menyampaikan selamat datang dan rasa terima kasihnya atas kunjungan SMKN 1 Sayung - Demak ke Akademi Pariwisata Majapahit, semoga hal tersebut dapat mempererat tali silaturhami diantara dua institusi.

Kemudian bapak R. Paulus Soetrisno, M.Par dan bapak Hardhita Kusdharyanto, M.Par, menjelaskan kepada siswa-siswi SMKN 1 Sayung mengenai profil pendidikan Perhotelan dan Pariwisata, program-program pendidikan di Akpar Majapahit, universitas-universitas yang bekerjasama dengan Akpar Majapahit, hingga alumni-alumni yang bekerja di berbagai tempat. Dengan penjelasan ini, diharapkan siswa-siswi dari SMKN 1 Sayung – Demak akan melanjutkan pendidikannya di Akpar Majapahit.

Ditemui disela-sela acara, salah satu guru pendamping, bapak Drs. Sa`roni selaku wakil kepala sekolah SMKN 1 Sayung – Demak menyampaikan ucapan terima kasih kepada Akpar Majapahit yang telah menerima rombongannya dengan baik. Kunjungan ini sekaligus untuk memberi wawasan tentang pentingnya pendidikan lebih lanjut yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan gambaran bagaimana suasana belajar di Perguruan Tinggi, yang jelas berbeda dengan sekolah menengah. Tampaknya kunjungan ini disambut dengan antusiasme oleh siswa-siswi kelas X SMKN 1 Sayung – Demak.  



Untuk menambah keasyikan pertemuan antara SMKN 1 Sayung – Demak dan Akpar Majapahit, siswa-siswi diajak berkeliling kampus untuk melihat situasi kampus (tour the campus) dengan didampingi kakak guide dari jurusan D3 Perhotelan. Tempat yang dikunjungi adalah laboratorium Pastry (lantai 2) & Kuliner (lantai 3), lanjut ke laboratorium untuk praktik perhotelan di lantai 4, dimana fasilitasnya lengkap dengan kamar hotel standar bintang 4, laboratorium laundry, house keeping, front office dan bar, serta beberapa ruang teori. Mereka juga menyempatkan melihat ruang perpustakaan dan laboratorium komputer dengan kondisi yang nyaman. Bahkan, saking menariknya siswa-siswi SMKN 1 Sayung tak melewatkan moment ini dengan foto-foto saat menikmati fasilitas yang ada di Akpar Majapahit. “Wah, fasilitasnya oke-oke dan memadai lagi,” ungkap salah seorang siswa.

Begitu waktu menunjukan pukul 12.00 saatnya mereka pamitan pulang. Melalui kunjungan studi kampus ke Akpar Majapahit, diharapkan siswa kelas X SMKN 1 Sayung – Demak bisa belajar banyak hal mengenai suasana perkuliahan dan mungkin juga mulai memikirkan masa depan untuk gabung di Akademi Pariwisata Majapahit. *Upi
Kampus Akademi Pariwisata Majapahit    
Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com
Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050
www.majapahit.org / www.matoa.info

Akademi Pariwisata Majapahit – D3 Perhotelan Tour Bandung “Menikmati Wisata Belanja Oleh-Oleh Khas Bandung”

By : berita kuliner

Akademi Pariwisata Majapahit – D3 Perhotelan Tour Bandung

“Menikmati Wisata Belanja Oleh-Oleh Khas Bandung”

Bandung, sebuah destinasi wisata istimewa bagi siapa saja yang hendak menikmati surganya wisata belanja oleh-oleh yang ada di Ibu Kota Jawa Barat. Kepopuleran tempat pariwisata di Bandung banyak yang bisa di eksplore sehingga dapat menimbulkan kesan tersendiri. Seperti inilah keceriaan mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit saat study tour ke Bandung yang bisa diceritakan:

Perjalanan yang cukup melelahkan, namun paling mengesankan. Dengan naik kereta api (Pergi-Pulang), tampak wajah para mahasiswa program studi Perhotelan ini cukup menikmati keasyikan study tour ke Bandung.
Sebanyak 16 mahasiswa jurusan Perhotelan Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit setelah melaksanakan wisata edukasi ke STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) Bandung, kini waktunya menikmati wisata belanja oleh-oleh khas dari kota Bandung. Orientasi kegiatan wisata belanja ini bertujuan untuk refresing dan mengenalkan objek-objek wisata kuliner yang ada di Bandung kepada mahasiswa.

Dikatakan oleh Angela Merici Intan dan kawan-kawan mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit, study tour ke Bandung merupakan sesuatu yang menyenangkan. Selama di Bandung, ia melihat sendiri bagaimana keindahan wisata alam dan keramahan masyarakat Bandung. “Jalan bareng teman-teman betul-betul asyik, menyenangkan dan tempat wisata belanja disini cukup keren apalagi banyak oleh-oleh khas Bandung yang bisa dinikmati. Pokoknya serulah,” kata mahasiswi yang centil ini memuji.

Menikmati berbagai tempat wisata di Bandung tentunya merupakan sebuah perjalanan wisata yang penuh sensasional bagi siapa pun. Sambil menikmati beragam keindahan wisata alam Bandung, rasanya tak lengkap tanpa mencicipi jajanan kuliner lezat di tempat wisata kuliner, sambil berbelanja oleh-oleh yang murah. Ini adalah hal- hal wajib yang tak boleh dilewatkan begitu saja sebelum kembali ke tujuan kota Surabaya.

Ketika mahasiswa D3 Perhotelan berwisata di Bandung, ini sebenarnya tidak cukup hanya dilakukan dalam waktu yang singkat alias sebentar, karena saking banyak dan beragamnya jenis dan aneka wisata yang ada di Bandung yang enak dinikmati. Namun dikesempatan yang singkat ini, mahasiswa D3 Perhotelan menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa pusat atau tempat yang menyediakan oleh-oleh khas Bandung.
Wisata Belanja Oleh-Oleh Di Cihampelas

Jalan Cihampelas terkenal dengan sentra jeans yang memiliki desain eksterior unik dan kreatif. Dulu di Cihampelas dikenal sebagai pusatnya pakaian model jaman dahulu sampai sekarang yang berbahan jeans. Namun sekarang Cihampelas dipenuhi dengan factory outlet (FO) yang menjual produk-produk fashion seperti baju, sepatu, tas, ikat pinggang, dan lain-lain yang berkualitas ekspor namun dengan harga yang terjangkau. Bisa dibilang, Cihampelas merupakan pusat wisata belanja di Bandung.

Untuk para wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh khas Bandung di Cihampelas juga sangat banyak toko-toko maupun pedagang kaki lima yang menjual berbagai oleh-oleh khas dari Bandung. Berikut beberapa oleh-oleh khas Bandung yang bisa dinikmati:

Menikmati Manisnya Peuyeum & Jajanan Cimol, Cireng, Seblak, Basreng & Kripik Tempe

Tak sulit untuk menjumpai peuyeum di Bandung. Di kota-kota lain Peyeum disebut dengan tape dari singkong. Peuyeum banyak sekali dijual dipusat oleh-oleh, satu diantaranya dikawasan Jalan Cihampelas. Umumnya, peuyeum ini sudah di gantung di depan kios hingga wisatawan dapat dengan mudah menemukan peuyeum.
Untuk pembuatan peyeum sebenarnya cukuplah mudah. Singkong yang telah dibersihkan kemudian direbus. Sehabis itu, singkong ditaburi ragi lalu disimpan ditempat tertutup. Peuyeum sudah dapat dinikmati 2-3 hari kemudian. Peuyeum digemari warga bandung karena mampu menimbulkan efek hangat di tubuh di tengah udara kota Bandung yang sejuk cenderung dingin.

 ·        Cimol, singkatan dari nama makanan ini yaitu, aci digemul yang terbuat dari bahan dasar kanji (tepung), dan dibentuk bulat kecil sedemikian rupa serta nanti akan mengembang sendiri, jika digoreng. Rasanya sangat kenyal, gurih dan sangat lezat.
·        Cireng, singkatan dari aci (tepung kanji) di goreng, jajanan yang satu ini dibuat dari tepung kanji, tepung terigu, merica bubuk, air, garam, daun bawang serta minyak goreng. Cireng yang satu ini enaknya kalau dimakan saat hangat dan ditemani saus sambel yang pedas lho.

·        Seblak, makanan yang terbuat dari kerupuk yang direbus dan dicampur racikan bumbu pedas terdiri dari cabe, bawang putih, garam serta kencur. Seblak ini ada 2 jenis yakni seblak kering dan seblak basah.
·        Basreng, singkatannya bakso goreng ini lebih tepatnya lagi bakso yang kemudian diolah menjadi gorengan berbumbu. Bumbu ini diantaranya yakni rasa keju, asin, pedas, manis. Kota Bandung telah banyak orang yang mengenal makanan unik dan sederhana ini.

·        Kripik tempe, dibuat dari tempe yang dipotong tipis-tipis lalu dicelupkan dalam adonan tepung dan digoreng hingga kering. Gurihnya kripik tempe, kadang bagi masyarakat Bandung masih diberi tambahan bumbu bubuk yang bercitarasa pedas.
2.     Enaknya Mie Kocok Bandung Yang Hangat

Salah satu jajanan khas Bandung yang selalu digemari sejak dulu hingga kini adalah mie kocok. Mie kocok Bandung memang sudah ada sejak lama sehingga rasanya benar-benar istimewa khas resep warisan. Mie kocok tentu saja berbeda dengan mie pada umumnya. Untuk komponen mie kocok terdiri atas mie gepeng, tauge, kikil, bakso, daun bawang dan bawang goreng.
Entah darimana nama mie kocok berasal, namun menurut buku wisata jajanan Bandung, nama mie kocok berasal dari cara pembuatannya, yaitu dengan mencelupkan dan mengocok mie dan tauge ke dalam air panas hingga nampak layu. Meski begitu, tidak semua warung makan yang menyediakan mie kocok menggunakan cara pengolahan dengan cara demikian.

Membuat mie kocok ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Mulanya, masak air hingga mendidih, kemudian masukkan mie beserta tauge, setelah itu dilanjutkan dengan memasukkan potongan daging dan bakso. Setelah mie dan tauge sudah nampak layu, barulah dimasukkan bumbu-bumbu.
Satu porsi mie kocok lengkap dengan campuran daging dan bakso dibanderol dengan harga berkisar antara 10.000-15.000 rupiah. Harga yang tentu relatif murah untuk bisa menikmati kuliner khas nusantara yang satu ini. Apalagi penjual mie kocok banyak ditemukan di berbagai tempat dengan beraneka brand.

Wisata Belanja Oleh-Oleh Di Kartika Sari

Kartika Sari merupakan tempat penjualan aneka kue dan jajanan pasar yang terkenal di Bandung. Kali ini  bisa menjumpai Kartika Sari di kawasan jalan. H. Akbar Kebon Kawung Bandung. Salah satu menu andalan yang sering dijadikan oleh-oleh adalah aneka bollen. Bollen dengan isi durian, pisang, dan peuyeum merupakan menu-menu yang sering dibeli. Selain itu Kartika Sari juga menyediakan brownies panggang dan kukus yang enak. Kartika Sari juga menjual kue basah dan kering lainnya seperti bolu atau kue tart.
Menikmati Kenyamanan Belanja Di Paris Van Java Mall

Rasa penasaran Jika tidak ingin mengunjungi factory outlet dan distro, juga bisa mengunjungi pertokoan Paris Van Java Mall. Pusat belanja ini berkonsep open air dan menjadi rumah bagi banyak merek lokal dan internasional, restoran favorit buat keluarga, dan tempat nongkrong buat yang anak muda.
  

Nah, puas sudah menikmati tempat-tempat wisata belanja dan oleh-oleh Bandung yang dikenal sangat khas serta memiliki ciri unik, namun juga terkenal sangat lezat. Apabila oleh-oleh khas Bandung berupa makanan, jangan heran tentunya, karena memang kuliner Bandung populer akan kelezatannya yang akan menggugah selera bagi siapa pun. Ini patut ditiru oleh pelaku food tourism yang ada di Surabaya pada khususnya. Anda ingin bisa menikmati seperti mereka, Akademi Pariwisata Majapahit tempat pendidikan yang bisa jadi pilihan. *Upi
Kampus Akademi Pariwisata Majapahit
Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com
Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050

www.majapahit.org / www.matoa.info

Akademi Pariwisata Majapahit - D3 Perhotelan Study Tour Bandung

By : berita kuliner

Akademi Pariwisata Majapahit - D3 Perhotelan Study Tour Bandung

Study Tour ke STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) Bandung

Mahasiswa Program Studi Perhotelan, Akademi Pariwisata Majapahit melakukan study tour ke STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) Bandung pada hari, Jumat 15 April 2016. Kegiatan di bawah bimbingan dosen R.Paulus Soetrisno, M.Par, ini dimaksudkan agar menambah wawasan mengenal lebih dekat berbagai keunggulan pendidikan pariwisata khususnya perhotelan di STP Bandung yang bisa digunakan sebagai literature. Bagaimana keseruan study tour kali ini?

Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, satu diantara perguruan tinggi bidang Pariwisata yang terbaik di Indonesia menjadi pilihan 16 mahasiswa Program Studi Perhotelan, Akademi Pariwisata Majapahit sebagai tempat studi tour.

Dengan mengendarai bus pariwisata, rombongan mahasiswa Perhotelan Akpar Majapahit yang didampinging beberapa dosen, diantaranya ada R.Paulus Soetrisno, M.Par, Hardhita Kusdharyanto, M.Par, Bambang Sutrisno, S.T dan Suhendra Harja bertandang ke STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) Bandung yang berlokasi di jalan Dr. Setiabudhi, Bandung, Jawa Barat. STP dahulu dikenal dengan nama NHI (baca: eNHaii), sebuah perguruan tinggi yang memiliki program pendidikan profesional yang menekankan pada pencapaian keterampilan.
“Melalui studi tour ini mahasiswa diajak belajar langsung pengenalan produk knowledge sarana dan prasarana operasional yang ada di STP Bandung. Mereka juga bisa belajar secara mendalam mengenai pendidikan yang dikelola, khususnya di bidang perhotelan, dan bidang-bidang yang terkait” ungkap R. Paulus Soetrisno, M.Par. selaku Kaprodi Perhotelan Akpar Majapahit.

Sambutan yang ramah dari pihak STP Bandung menerima kehadiran mahasiswa Program Studi Perhotelan dan beberapa dosen Akpar Majapahit ini disambut oleh Ibu Asti Murniati, A.Md Par, selaku sekretaris Unit Kom. Publik STP Bandung, dan mempersilahkan mahasiswa untuk berkeliling melihat berbagai fasilitas yang ada di kampus STP Bandung.


Dipandu oleh beberapa mahasiswa STP Bandung, fasilitas yang diperkenalkan meliputi layanan dari jurusan Hospitaliti, Jurusan Kepariwisataan dan Jurusan Perjalanan. Ada, Ruang simulasi front office, Laboratorium komputer registrasi hotel, Laboratorium Tata Graha, Hotel Praktik (eNHaii Hotel), Laboratorium Tata Boga dan Patiseri, Laboratorium Restoran dan Bar, Restoran Praktik (Nusantara Restoran), Ruang Studio, Bus Praktik (Bus mogok), Laboratorium Komputer Reservasi Penerbangan Online (Abacus & Galileo), Ruang Simulasi Reservasi Penerbangan, Ruang Praktik Kargo, Gerai Check-in Bandara, Ruang Simulasi Pemanduan Wisata / Bus Wisata, dan masih banyak lagi.

“Wah banyak sekali fasilitas pendidikan yang menarik yang bisa dibuat contoh. Dari laboratorium praktik, kamar hotel, serta ruang laundry yang sangat mendukung program pendidikan keterampilan yang ada di STP Bandung ini nantinya pasti bisa diterapkan di Akpar Majapahit” ungkap R. Nadhif Febrian, salah satu mahasiswa yang bertindak sebagai leader pada study tour kali ini.

Sebuah study tour yang menyenangkan. Puas berkeliling di lingkungan STP Bandung, kemudian berkumpul di ruang meeting yang ada di eNHaii Hotel, Ibu Asti Murniati, A.Md Par, menjelaskan kepada rombongan Akpar majapahit mengenai sejarah kampus hingga program-program di STP Bandung. Dengan penjelasan ini, diharapkan bisa membuka wawasan dan berbagi pengetahuan akan dunia perhotelan bagi mahasiswa Akpar Majapahit.

Disampaikan pula oleh Kaprodi Perhotelan, R.Paulus Soetrisno, M.Par. melalui study tour ke STP Bandung ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Perhotelan Akpar Majapahit bisa menambah wawasan serta mengetahui kesiapan masyarakat dan pelaku pariwisata khususnya dunia perhotelan dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tak hanya itu, dengan belajar manajemen perhotelan ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan berbagai keterampilan di bidang usaha Perhotelan, serta jangan lupa untuk selalu menerapkan greeting saat berjumpa.

Nah, kelar sudah rangkaian acara kunjunga edukasi di STP Bandung dan para mahasiswa Perhotelan Akpar Majapahit melanjutkan study tour dengan jalan-jalan sambil berwisata belanja di kota Bandung yang pasti tak kalah serunya.

Ingin belajar seperti mereka? Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya dengan Program Studi Perhotelan yang secara formal Diploma 3 berdiri berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional No. 17/D/O/1997 tanggal 14 Juli 1997 ini menyiapkan sumber daya manusia yang profesional di bidang usaha perhotelan dengan dasar yang seimbang antara skill, knowledge, attitude dan mampu berkarakter wirausaha berwawasan global. Dengan rancangan yang terintegrasi mulai dari kurikulum, dosen, praktik (lapangan & kampus) serta fasilitas memadai, diharapkan mahasiswa mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan kerja di masa mendatang. Jadi tunggu apalagi, yuk gabung di Program Studi Perhotelan Akademi Pariwisata Majapahit. *Upi
Kampus Akademi Pariwisata Majapahit
Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com
Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050

www.majapahit.org / www.matoa.info

Travel Exchange Majapahit Travel Fair (MTF) 2016 Bukukan Komitmen Transaksi Rp 52,31 Miliar

By : berita kuliner
Travel Exchange MTF Dihelat di Hotel Bumi Resort Surabaya

Travel Exchange Majapahit Travel Fair (MTF) 2016 Bukukan Komitmen Transaksi Rp 52,31 Miliar (Naskah ke-2, Selesai)
KEGIATAN Travel Exchange (Travex) dalam rangkaian acara Majapahit Travel Fair (MTF) ke-17 Tahun 2016 di Hotel Bumi Resort Surabaya, selama empat hari, 13-16 April 2016, berhasil membukukan 4.482 appointment (kesepakatan), yang terdiri dari 34 persen transaksi, 18 persen bargaining (tawar menawar), dan sisanya 48 persen baru sebatas perkenalan.

Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit Mojokerto Gelar ”Surabaya Passion Tour”

By : berita kuliner

Aplikasikan Mata Kuliah Tour Programming & Tour Document

Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit Mojokerto Gelar ”Surabaya Passion Tour”

SETELAH Akpar Majapahit Surabaya sukses menghelat Historical Surabaya City Tour (HSCT) pekan pertama April 2016, sekarang giliran Akpar Majapahit Mojokerto --lembaga pendidikan tinggi di bawah payung Tristar Group-- menghelat Surabaya Passion Tour (SPT) yang diikuti 11 orang mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) pada Kamis (14/04/2016).

11 mahasiswa tersebut adalah Zuly Rahmawati, Novi Wijayati, Avia Nirmala, M. Ikav  Aries, Supendi, Nur Fadlilah, Ina Margiati, Neneng Dwi S., Resti Irvinia, Beti Fena dan Nur Laili Sa’adah. Dalam memuluskan kegiatan itu, mereka di dampingi dosen Tour Programming & Tour Document Akpar Majapahit Imania Ayu Wulandari ST.Par dan Kaprodi UPW Akpar Majapahit Dewi Mariana M.Par.

Kendaraan pengangkut rombongan mahasiswa bertolak dari Kampus Akpar Majapahit Mojokerto sekitar pukul 06.00 menuju meeting point di Kampus Akpar Majapahit Jl Jemursari No. 244 Surabaya. Waktu perjalanan dari Mojosari ke Surabaya sekitar satu setengah jam.

Sampai meeting point, Kampus Akpar Majapahit Surabaya, rombongan mahasiswa disambut dosen pembimbing Imania Ayu Wulandari ST.Par dan Kaprodi UPW Akpar Majapahit Dewi Mariana M.Par di lobi Gedung Graha Tristar. Sekitar 30 menit, 11 mahasiswa dari Mojosari ini menyempatkan diri untuk menyiapkan itinerary dan run down acara sekaligus foto bareng dengan dosen Tour Programming & Tour Document dan Kaprodi UPW Akpar Majapahit.

Dari meeting point, kendaraan yang mengantarkan rombongan mahasiswa itu meluncur ke Bandara Juanda sekitar pukul 08.00 WIB menyusuri Jl Raya Jemursari, Jl A. Yani masuk gerbang tol (dekat Surabaya Carnival Park) menuju Bandara International Juanda. Di Bandara Internasional Juanda, mahasiswa ditunjukkan sistem kerja di Terminal 1 dan Terminal 2 secara sekilas oleh Imania Ayu Wulandari, dosennya dan Kaprodi UPW Dewi Mariana.

Secara umum, Terminal 1 Bandara Juanda melayani penumpang domestik, sedangkan Terminal 2 Bandara Juanda melayani penumpang internasional, sehingga di pintu keberangkatan dan kedatangan penumpang ada pemeriksaan barang oleh aparat Ditjen Bea Cukai Kemenkeu dan pemeriksaan dokumen perjalanan oleh aparat Ditjen Imigrasi Kemenkum & HAM.

Sekitar setengah jam berada di seputaran Bandara International Juanda, rombongan mahasiswa melanjutkan perjalanan menuju akses Aloha ke arah Jl Raya Waru, sekitar pukul 10.00-an,  di kawasan tersebut berdiri megah Kantor Imigrasi Kelas I Surabaya di Waru Sidoarjo.

Kendaraan yang ditumpangi mahasiswa Akpar Majapahit Mojokerto melaju menyusuri Bundara Waru menuju Grand City Surabaya Jl Gubeng Pojok No. 12 Ketabang melewati Jl A. Yani, Jl Raya Wonokromo, Jl Raya Darmo, Jl. Urip Sumoharjo, Jl Basuki Rakhmat. 

Di depan Tunjungan Plaza kendaraan yang dinaiki peserta Surabaya Passion Tour (SPT) putar balik menuju Jl Gubernur Suryo (Gedung Grahadi), Jl Yos Sudarso belok kanan masuk Jl Gubeng Pojok menuju kawasan Grand City Surabaya, yang menjadi tempat penyelenggaraan Majapahit Travel Fair (MTF) ke-7 Tahun 2016 yang dihelat 14-17 April 2016.

Di Grand City Surabaya, tour leader yang di-handle Imania Ayu Wulandari sekaligus dosen Tour Programming & Tour Document, mendatangi booth Tristar Group (Akpar Majapahit dan Tristar Machinery), yang desainnya menonjolkan aspek keindahan bawah laut, sesuai tema pameran kali ini yang bertajuk ”East Java Marine Tourism. The Hidden of Paradise”.

Rombongan berada di Grand City Surabaya sekitar dua jam, mulai pukul 11.00-13.00 WIB. Waktu sebanyak itu dimanfaatkan peserta Surabaya Passion Tour (SPT) untuk melihat stand-stand yang menarik lainnya. Pasalnya, peserta MTF 2016 sekitar 146, mulai  pebisnis tour & travel, hotel, restoran, penerbangan, pelaku bisnis swasta yang lain hingga instansi pemerintah dari pusat sampai tingkat dua (kota dan kabupaten) dari Jatim dan daerah lain di Indonesia.

Puas menikmati stand pameran MTF dan foto bareng di Grand City Surabaya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Museum Kesehatan Surabaya Jl. Indrapura No. 17. Perjalanan 30 menitan dari Grand City ke Museum Kesehatan dimanfaatkan rombongan untuk menikmati makan siang (lunch) dengan nasi kotak cukup di dalam kendaraan saja. Tak terasa kendaraan sampai di Museum Kesehatan Surabaya.

Museum Kesehatan
Selain mendapat julukan sebagai Kota Pahlawan, Surabaya juga menyimpan banyak museum yang cukup mengundang untuk dikunjungi. Adalah Museum Kesehatan Dr Adyatma MPH, sebuah museum yang memiliki koleksi yang cukup unik dan konon juga penuh mistik.
Adalah dr. Haryadi Suparto, seorang dokter dan juga ahli dalam bidang supranatural yang mendirikan Museum Kesehatan ini. Museum ini menempati bangunan bekas Rumah Sakit Kelamin yang dahulu merupakan rumah sakit kelamin terbesar di Asia Tenggara. Museum ini masih satu kompleks dengan Kompleks P3SKK Depkes RI dan Akademi Akupuntur Surabaya. Museum Kesehatan memiliki desain bangunan yang cukup sederhana.
Keunikan dari museum ini adalah barang-barang koleksi yang dipajang di museum. Koleksi Museum Kesehatan Dr. Adyatma MPH ini secara umum menggambarkan upaya manusia di dalam menjaga kesehatan serta alat-alat yang digunakan di dalam proses penyembuhan penyakit. 

Tak hanya peralatan medis saja yang dipamerkan, melainkan alat-alat non medis juga dipajang di museum ini. Alat-alat non medis yang digunakan merupakan hasil kebudayaan lokal dari beberapa suku bangsa yang menghuni negara Indonesia tercinta.
Museum Kesehatan Dr Adyatma MPH ini memiliki tiga buah ruangan yang masing-masing memiliki koleksi yang cukup unik. Di ruangan pertama diberi nama ruangan "Kesehatan Sejarah". Di bagian ruang pertama ini rombongan peserta HSCT disambut oleh patung ganesha serta boneka jailangkung dan nini thowok yang agak menyeramkan memang.

Di ruangan ini dipamerkan beberapa barang-barang dan foto-foto yang mengggambarkan sejarah dari kesehatan medis di Indonesia, seperti tokoh-tokoh kesehatan Indonesia, ijazah dokter di sekolah kedokteran pada jaman STOVIA serta seragam yang dikenakannya, termasuk di dalamnya sejarah singkat pendirian Museum Kesehatan ini.

Beruntung pada saat rombongan mahasiswa Akpar Majapahit yang mengikuti program Surabaya Passion Tour (SPT) pekan lalu,  mereka di dampingi local guide yang disediaakan pihak Museum Kesehatan untuk menemani pengunjung yang ingin berkeliling di Museum Kesehatan tersebut. Anda ingin ke sini bersama keluarga atau teman-teman, tiketnya murah banget karena hanya dipatok Rp 1.500 per orang.
House of Sampoerna
Surabaya penuh jejak sejarah yang terbukti dari bangunan kolonial yang sering memikat wisatawan, seperti Museum House of Sampoerna yang dekat dengan kawasan Jembatan Merah. Yuk kulik sejarahnya!
Meski cuaca Surabaya cukup cerah dan agak panas saat itu, tetapi rombongan tetap bersemangat ketika kendaraan meluncur dari Museum Kesehatan menuju salah satu museum rokok yang terletak di Surabaya. Ya, Museum Sampoerna atau yang lebih dikenal dengan nama House of Sampoerna.
Museum Sampoerna adalah sebuah museum yang terletak di Surabaya lama. Bangunan yang bergaya kolonial Belanda dengan 4 pilar besar yang bertengger di depan gedung utama. Bangunan megah bergaya kolonial Belanda yang dibangun sekitar tahun 1862. Saat ini merupakan situs bersejarah yang dilestarikan.
Awalnya bangunan ini merupakan panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda. Lalu, bangunan ini dibeli oleh Liem Seeng Tee pendiri Sampoerna pada tahun 1932 dan dijadikan tempat pertama produksi rokok Sampoerna.
Tidaklah sulit sebenarnya akses menuju House of Sampoerna yang beralamat di Jl Taman Sampoerna 6, Surabaya. Ini karena letaknya yang berada di tengah Kota Surabaya. Walaupun harus masuk gang terlebih dahulu, namun sepanjang gang tersebut banyak plakat-plakat penunjuk arah menuju Museum House of Sampoerna.

Di kompleks museum ini terdiri dari beberapa gedung. Gedung yang paling besarlah yang dijadikan museum dan dijadikan tempat produksi salah satu merek rokok yaitu Dji Sam Soe. Ada dua gedung lagi yang tepat berada di samping kanan dan kiri gedung utama.

Gedung sebelah kanan yang dijadikan rumah tinggal Keluarga Sampoerna. Sebelah kiri dijadikan cafe dan tempat galeri seni yang unik. Tepat di samping kanan gedung Auditorium terparkir mobil mewah keluaran Inggris, Rolls Royce, yang dipergunakan oleh Keluarga Sampoerna.

Food Junction Grand Pakuwon
Food Junction Grand Pakuwon persembahan pengembang Pakuwon Group adalah sebuah tempat hang out baru untuk keluarga berupa kawasan kuliner  yang dilengkapi Lagoon Pond dan Wahana Bermain di daerah Tandes Margomulyo Surabaya Barat. Wah bisa dibayangkan betapa menariknya. Berwisata kuliner sekaligus bisa bermain-main dan bersantai bersama keluarga, teman, kerabat dan sahabat.  
Food Junction Grand Pakuwon resmi dibuka pada 22 Januari 2016 lalu dan menjadi objek daya tarik wisata terakhir di Kota Pahlawan yang dikunjungi rombongan peserta SPT. Food Juction yang beroperasional mulai pukul 11.00 hingga 22.00 ini memang dirancang khusus sebagai kawasan yang nyaman dengan perpaduan ruang ber-AC dan terbuka serta lagoon pond seluas 4.400 M2. Pemandangannya sangat memanjakan mata, jadi berasa tengah liburan di luar kota.  
Area seluas 6 hektare ini dilengkapi dengan tempat parkir yang luas, baik kendaraan roda empat maupun roda dua sehingga pengunjung tidak perlu khawatir memarkir kendaraannya. Akses yang nyaman, meskipun memang harus memakai kendaraan pribadi untuk mencapainya. 
Area stage outdoor untuk berbagai event serta wahana permainan (segway, minitrail, kereta wara-wiri, becak VW Combi, safari train, merry go round dan bumper boat) terhampar di sana. Tinggal pilih dan menyediakan uang pecahan untuk membeli tiketnya. 
Bagi pecinta kuliner, tempat ini sangat tepat. Karena sekitar 100 tenant kuliner terkemuka membuka kedainya di sana. Kita tinggal memilih menu sesuka selera, di satu kawasan. Jadi nggak perlu pergi ke tempat berbeda untuk menuruti selera kuliner masing-masing pengunjung.
Pengunjung yang datang jelang waktu senja dan ingin menikmati Festival of Light di sana, bisa dilanjut hingga pukul 22.00 karena suasana malam lebih panjang, lebih baik datang sehabis Maghrib.   Jadi tunggu apalagi, mumpung masih gres ajak teman dan keluarga untuk bertandang ke Food Juction Grand Pakuwon di kawasan Tandes.
Sebuah destinasi wisata 3 in 1 yang memadukan kuliner, tempat bermain, dan view yang indah dan memberikan kesan mendalam bagi peserta Surabaya Passion Tour. (SPT). Nah sesuai run down acara, rombongan pun suka tidak suka, mau tak mau, harus kembali ke kampus malam itu juga. Good bye and see you tomorrow…!!!
Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin bergabung dengan civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

- Copyright © SEKOLAH PERHOTELAN & PARIWISATA - Majapahit Tourism Academy - Powered by MATOA - Designed by Irvan -