INFO

Archive for Maret 2016

Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Diajarkan Teknik Merancang ’’Tour Programming’’

By : berita kuliner
Irin Kristanty, SE, M.Par., Dosen Akademi Pariwisata Majapahit 

Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Diajarkan Teknik Merancang ’’Tour Programming’’ 

MAHASISWA D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit antusias mengikuti mata kuliah Dokumen Perjalanan (Travel Document) dan Tour Programming yang diasuh oleh Irin Kristanty SE, M.Par., dosen luar biasa Akpar Majapahit di lantai 4 Gedung Graha Tristar, Selasa (22/03/2016).
Pada perkuliahan tersebut dihadiri sedikitnya 12 mahasiswa, yakini Olga Claudia, Diza Faiqotus, Nikita Kinanthi, Eka Yuliany Kurniawati,  Ryo Stanley, Sarah Ferina, Adinda Anastasia, Anita Permatasari, Sari Julianti Ningrum, Andi Ira Isah, Dewa Ayu kade Utami Dewi dan Rocky Alexander.
Selama perkuliahan Dokumen Perjalanan, mahasiswa dikenalkan tentang paspor, visa turis (untuk tujuan Jepang, Korea, China, Singapura, Malaysia, Thailand, Hongkong, Australia), print out tiket pesawat, voucher hotel dan dokumen pendukung perjalanan ke luar negeri yang lainnya.
”Dokumen perjalanan itu merupakan persyaratan utama yang wajib dibawa oleh seseorang yang akan melakukan perjalanan ke mancanegara, sedangkan untuk perjalanan domestik Anda cukup membawa identitas diri (KTP/SIM), print out ticket pesawat domestik dan voucher hotel,” kata Irin Kristanty, seusai memberikan kuliah Travel Document dan Tour Programming  kepada kru www.culinarynews.info, kemarin (22/03/2016) siang.
Paspor adalah kartu tanda pengenal seseorang yang menunjukkan status kewarganegaraan seseorang, dikeluarkan oleh negara tertentu. Paspor merupakan suatu jenis dokumen resmi perjalanan yang dikeluarkan oleh suatu instansi pemerintah yang berwenang (Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM) untuk warga negaranya atau orang asing yang tinggal di wilayah negara bersangkutan.
Sedangkan visa adalah tanda yang dibubuhkan pada paspor atau travel document (dokumen perjalanan) lainnya oleh seorang petugas konsuler suatu negara atau pemerintah untuk menunjukkan pemilik dokumen perjalanan yang telah diberi visa itu diizinkan untuk memasuki atau memasuki lagi wilayah negara pemberi visa.

Masa berlakunya visa ditunjukkan dengan visa validity, yakni masa laku visa (transit visa), yang memberi izin kepada pemilik visa untuk tinggal di negara yang bersangkutan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya hal ini telah disebutkan dalam teks visa atau transit visa tersebut.
Selain paspor dan visa, dalam perkuliahan Dokumen Perjalanan, mahasiswa juga dikenalkan dengan istilah voucher. Voucher adalah dokumen yang dikeluarkan oleh tour operator (biro perjalanan wisata) atau perusahaan penerbangan yang dapat ditukar oleh pemegang (wisatawan) dengan fasilitas-fasilitas akomodasi (kamar hotel), makan, darmawisata dan sebagainya, yang akan dibayar oleh tour operator atau perusahaan penerbangan yang mengeluarkan voucher tersebut.
Sedangkan pemegang voucher itu sendiri, yakni wisatawan yang bersangkutan telah menyelesaikan pembayaran untuk fasilitas-fasilitas tersebut dalam voucher dan yang telah dinikmati itu dengan tour operator bersangkutan. Voucher biasa disebut juga dengan coupon atau exchange order.
Selain belajar mata kuliah Dokumen Perjalanan, mahasiswa D3 Prodi UPW juga diajarkan oleh Irin Kristanty bagaimana menyusun paket wisata dalam mata kuliah Tour Programming, yang terdiri dari Itinerary (jadwal perjalanan), Quotation (hitung-hitungan biaya paket tur domestic maupun internasional) dan Run Down (susunan acara wisata).
”Dalam perkuliahan Tour Programming, saya sudah melakukan empat kali tatap muka dengan mahasiswa, yakni pengenalan tentang sisik melik Tour Programming (01/03/2016), menyusun paket city tour Surabaya (08/03/2016), merancang paket wisata Malang (2D1N) pada tatap muka 15/03/2016, dan kemarin (22/03/2016) mahasiswa diajarkan membuat paket wisata Jogja (3D2N),” terang bunda sapaan karib Irin Kristanty.

Saat merancang sebuah paket wisata Jogja (3D2N), yang di-setting tiga hari, dua malam, pesertanya sebanyak 24 orang dengan seorang tour leader (TL). Objek wisata yang akan dikunjungi pada Day 1: (Meeting point) perjalanan Surabaya-Jogja, makan siang (lunch) di resto lokal, check in hotel, objek 1  adalah Kotagede-Malioboro-Tugu Jogja, makan malam (dinner).
Pada Day 2: objek 2 yang dipilih adalah Gua Pindul, makan siang (lunch), objek 3 adalah Kalibaru, makam malam (dinner), sendratari Ramayana di Candi Prambanan, kembali ke hotel.
Sementara itu agenda pada Day 3: breakfast (sarapan pagi), check out hotel, objek 4 yang dikunjungi sebelum balik ke Surabaya adalah Keraton Jogja dan membeli oleh-oleh di Pasar Bringharjo (Malioboro), makan siang (lunch), rombongan pulang kembali ke Surabaya.
Dari rangkaian pembelajaran pada mata kuliah Tour Programming ini, mahasiswa selain dikenalkan cara membuat paket wisata lengkap mulai Itinerary, Qoutation dan Run Down-nya, mahasiswa juga diwajibkan untuk mengikuti praktik city tour (mengunjungi objek-objek wisata di Surabaya dan sekitarnya), sebelum Ujian Tengah Semester (UTS) mendatang.
Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin bergabung dengan civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Berbagi Ilmu Food & Beverage Service dengan Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akademi Pariwisata Majapahit

By : berita kuliner
Suhendra Hardja, Dosen Food & Beverage Service

Berbagi Ilmu Food & Beverage Service dengan Mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akademi Pariwisata Majapahit
SUHENDRA Hardja, Dosen Food & Beverage Service (FBS) Akpar Majapahit kebagian porsi untuk berbagi ilmu dan pengalaman seputar sisik melik dunia FBS dengan 20 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit, di lantai 4 kampus Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya.
Sedikitnya Suhendra Hardja yang akrab disapa Hendra ini sudah tiga kali melakukan tatap muka dengan mahasiswanya saat menjelaskan sisik melik dunia FBS hingga praktik langsung bagaimana cara menyajikan makanan dan minuman yang baik sesuai standar industri perhotelan. Tatap muka perkuliahan FBS dihelat pada  Senin (07/03/2016), Senin (14/03/2016) dan Senin (21/03/2016).

Dengan gaya mengajarnya yang khas, yakni serius tapi santai (sersan), pria bertubuh subur ini tidak pelit saat berbagi ilmu dengan mahasiswanya. Hendra dikenal punya pengalaman luas seputar dunia FBS yang pernah digelutinya saat bekerja di hotel berbintang maupun sejumlah restoran ternama, tidak disia-siakan oleh mahasiswa yang hadir pada perkuliahan dan praktik FBS di lantai 4 Gedung Graha Tristar Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Senin (21/03/2016).
Dengan telaten, dia mengajarkan mahasiswanya bagaimana seorang waiter/waitrees (pramusaji) profesional sebuah hotel atau restoran terkemuka membawa piring makanan atau cangkir minuman hanya dengan mengandalkan kepiawaian tangan yang sudah terlatih.
”Ketika praktik FBS, kemarin, saya mengajarkan bagaimana jari jemari tangan kiri dan kanan membawa dua, tiga atau empat piring makanan, kemudian mahasiswa itu saya minta untuk berjalan santai sambil mengumbar senyum kepada pelanggan yang saat itu  memesan makanan dan minuman di sebuah restoran. Awalnya Anda grogi namun kalau sudah latihan berkali-kali saya jamin Anda terbiasa dan enjoy saat melayani tamu,” terang Suhendra Hardja di hadapan mahasiswa.

13 dari 20 mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit yang kemarin mengikuti praktik FBS adalah Andreas Stefanus Sugiharto, Levin Sugiarto, Rizki Alfianto, Muhammad Suthon, Glenn Chaniago, Angela Merici Intan Kristiana Sari, Nur Sakinah Septiana, Dinda Debby Natalia, Regita Klara Kinanti, R. Nadhif Febria Yudhistira, Chorina Olga Della Suprapto, Rochim dan Zainal Faqih. Mahasiswa ini antusias mengikuti rangkaian praktik FBS dari A sampai Z  dengan bimbingan langsung dari ahlinya.

Sepak terjang Suhendra Hardja di industri perhotelan dan restoran tidak diragukan lagi eksistensinya. Tidak salah jika dosen berkaca mata ini juga dipercaya oleh owner Akpar Majapahit Ir Juwono Saroso MM untuk mengelola Naomi Café & Resto –salah satu unit usaha di bawah payung Matoa Group—yang buka di Jl Raya Tenggilis Mejoyo serta mengajar di Akpar Majapahit dan Tristar Institute (Kaliwaron dan Batu).
Secara teoretis, menurut Hendra, industri jasa makanan dan minuman di seluruh dunia saat ini telah berkembang banyak, sesuai perhitungan itu melayani lebih dari 100 juta kali makan per hari. Hal ini telah menyebar di semua lapisan kehidupan mulai dari hotel, restoran, kantin industri, kantin rumah sakit, kereta api, jasa penerbangan, semua kini menjadi bagian dari industri jasa makanan dan minuman.


Fungsi dasar dari industri ini adalah untuk melayani makanan dan minuman untuk tamu, demi memenuhi berbagai jenis kebutuhan mereka. Tujuan utamanya adalah mencapai kepuasan pelanggan. Kebutuhan pelanggan yang mungkin akan berusaha untuk memuaskannya adalah:
 

  1. Fisiologis : kebutuhan makanan khusus
  2. Ekonomi : kebutuhan untuk nilai terbaik untuk harga yang dibayarkan
  3. Sosial : suasana yang bersahabat, terus terang mengungkapkan perasaan
  4. Psikologis : kebutuhan untuk meningkatkan harga diri
  5. Kenyamanan : keinginan orang lain untuk melakukan pekerjaan. 

  1. Kebutuhan ini memainkan berbagai peran besar untuk menentukan faktor pelayanan, bertanggung jawab untuk menentukan berbagai jenis metode layanan di makanan & minuman industri jasa.

Food and Beverage Service adalah food flow (dari pembelian makanan (purchasing) untuk layanan kepada pelanggan) terutama berkaitan dengan pengiriman dan penyajian makanan untuk pelanggan, setelah selesainya produksi pangan. Kadang-kadang, melibatkan transportasi jika ada pemisahan fasilitas produksi dan pelayanan.

Oleh karena itu di dalam dunia FBS, kata SERVICE diperjelas dengan rincian sebagai berikut: 
S     = Smile to everyone (berikan senyuman kepada semua orang)
E     = Excellent in everything we do (kerjakan semuanya semaksimal mungkin dan memuaskan) 

R     = Reaching out to every guest with hospitality (jangkau dan dekati tamu dengan penuh ramah-tamah) 

V     = Viewing every guest as special (memandang dengan rasa
yang sangat penuh perhatian) 

I      = Inviting guest to return (melakukan segala sesuatu
terhadap tamu yang akan membuat tamu tersebut datang
kembali) 

C     = Creating  a warm atmosphere (selalu menciptakan suasana
yang akrab/hangat terhadap tamu) 

E     = Eye contact that shows we care (mata sesekali harus kontak
dengan pandangan tamu, sehingga tamu dapat memanggil
kita bila memerlukan sesuatu).

FBS Department adalah bagian dari hotel yang mengurus dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan pelayanan makanan dan minuman serta kebutuhan lain yang terkait, dari para tamu yang tinggal maupun yang tidak tinggal di hotel tersebut dan dikelola secara komersial serta profesional.

FBS Department merupakan departemen yang sangat mutlak diperlukan di hotel dalam penyediaan dan pelayanan makanan dan minuman dalam menjalankan tugasnya FBS Department terbagi menjadi dua bagian yang saling bergantung satu sama lain dan harus saling bekerjasama. 
Dua bagian tersebut adalah:
1. Food & Beverage bagian depan (front service)
Yaitu bagian yang langsung berhubungan dengan tamu, terdiri dari bar, restoran, banquet dan room service.

2. Food & Beverage bagian belakang (back service)
Yaitu bagian yang tidak langsung berhubungan dengan tamu karena harus melalui perantara pramusaji, terdiri dari kitchen, stewarding.

Tujuan FBS Department adalah (1). menjual makanan dan minuman sebanyak-banyaknya dengan harga yang sesuai,  (2). memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada tamu sehingga tamu merasa puas. Hal ini menyangkut mutu pelayanan mutu makanan dan minuman, sikap karyawan, dekorasi ruangan serta suasana sekitar, peralatan yang dipakai dan sanitasinya, dan (3). mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dan untuk kesinambungan usaha. (ahn)

Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit Kunjungi Museum Malang Tempo Doeloe, Candi Singhasari dan Candi Sumberawan

By : berita kuliner
Praktik Mata Kuliah Basic Guiding dan Tour Guiding 

Mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit Kunjungi Museum Malang Tempo Doeloe, Candi Singhasari dan Candi Sumberawan

BARU-BARU ini, 13 mahasiswa D3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Akpar Majapahit, yang terdiri dari Daniel Endra, Maily Chandra,  Munifah Bawazier, Dwita Puspa dan Yolanda Afitsa (mahasiswa semester III) serta Anita Permatasari, Eka Yuliany, Olga Claudia, Nikita Kinanthi, Diza Faiqotus, Sarah Ferina, Adinda Anastasia dan Ryo Alexander (mahasiswa semester I) mengunjungi objek wisata di Malang.
Objek wisata yang dikunjungi rombongan mahasiswa yang dipimpin Bapak Eko, sebagai tour leader-nya antara lain city tour di Museum Malang Tempo Doeloe, Ijen Boulevard, Alun-alun Kota Malang, Toko Oen, mengunjungi situs peninggalan sejarah Candi Singhasari dan Candi Sumberawan di Singosari, Kabupaten Malang.
Eko adalah asisten Drs Gatot Harjoso, dosen Basic Guiding dan Tour Guiding Akpar Majapahit. Sesuai skenario, lima mahasiswa semester III yang praktik Tour Guiding bertindak sebagai tour guide, sedangkan delapan mahasiswa semester I yang mengikuti praktik Basic Guiding memosisikan diri menjadi turisnya.
Sebelum terjun di lapangan, peserta praktik Basic Guiding dan Tour Guiding dibekali dengan run down acara yang telah disiapkan dosen pembimbing. Dengan bekal run down itu mahasiswa bisa mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya, meskipun dalam pelaksanaannya ada sedikit koreksi dari tour leader (pimpinan rombongan).
Dipilihnya objek wisata di Malang dan sekitarnya, selain karena lokasinya relatif dekat dengan Surabaya, sekitar 100 kilometer, juga banyak pelajaran yang bisa dipetik mahasiswa selama mengunjungi objek wisata tersebut sejak pagi hingga sore hari.
Setelah menempuh perjalanan darat selama dua jam dari Surabaya dengan mini bus Isuzu Elf berkapasitas 20 tempat dudul, rombongan mahasiswa UPW Akpar Majapahit tiba di Museum Malang Tempo Doeloe Jl Gajah Mada, Kidul Dalem, Balai Kota Malang sekitar pukul 10.30 WIB.

 
Lima mahasiswa semester III yang ditugaskan menjadi tour guide, menyempatkan diri mencari info kepada petugas jaga museum. Sebelumnya, mereka juga membekali diri dengan browsing internet seputar keunikan dan kelebihan Museum Malang Tempo Doeloe, Candi Singhasari dan Candi Sumberawan di Singosari Kabupaten Malang.
Nah, dengan bekal seabrek info tersebut, mahasiswa semester III yang terdiri dari Daniel, Maily, Munifah, Dwita dan Yolanda semakin percaya diri ketika memberi arahan dan penjelasan seputar keunikan dan kelebihan Museum Malang Tempo Doeloe kepada adik kelasnya yang saat itu memosisikan diri sebagai turis.
KOLEKSI MUSEUM
Kepada tamunya, seorang tour guide profesional menjelaskan bahwa sejarah Museum Malang Tempo Doeloe diresmikan pada tanggal 22 Oktober 2012. Museum yang sebagian didominasi oleh warna oranye itu memberi gambaran bahwa Malang dulunya merupakan danau atau laut purba.
Museum Malang Tempo Doeloe terletak di Jl. Gajah Mada, atau tepatnya ada di belakang Balai Kota Malang. Untuk bisa menikmati semua koleksi yang terpajang rapi di museum kebanggaan Pemkot Malang, pengunjung harus bayar dulu tiket masuk Dan asyiknya lagi, pengunjung yang ingin mengabadikan momen tak terlupakan bersama dengan berbagai koleksi di Museum Malang Tempoe Doeloe juga diperbolehkan. Oh ya, museum ini buka mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB.
Saat baru masuk ke dalam Museum Malang Tempo Doeloe,  pengunjung bisa menikmati berbagai macam koleksi yang tersimpan dengan rapi. Museum Malang Tempo Doeloe punya 20 ruangan yang mengusung konsep berbeda-beda dengan dekorasi bercitarasa modern. Pengunjung juga bisa menyaksikan pemutaran film dokudrama di ruangan kaleidoskop yang memutar sejarah kota Malang.
Keunikan yang dimiliki Museum Malang Tempo Doeloe  dimulai dari pembagian periode waktu yang disesuaikan dengan urutan sejarah dari kota Malang. Pertama, adalah jaman purbakala yang berlangsung sekitar 1,5 juta tahun yang lalu. Ada banyak sekali benda-benda purbakala yang dulu digunakan oleh manusia purba untuk bertahan hidup. Pengunjung juga bisa melihat tanduk kerbau purba dan fosil-fosil.
Kedua, pengujung museum juga bisa merasakan suasana kerajaan-kerajaan yang dulu pernah berjaya di Malang, seperti Kerajaan Singasari, Kerajaan Kediri, dan Kerajaan Kanjuruhan yang menjadi bagian dari penemuan pondasi pertama yang ditemukan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1716.
Koleksi Museum Malang Tempo Doeloe seperti keris, buku-buku, prasasti dan patung-patung lilin dirancang se-hidup mungkin, batu bata kuno yang konon berasal dari jaman Kerajaan Majapahit, naga berkepala wanita, patung ganesha, dwarapala, arca-arca, ilustrasi gua yang menggambarkan tentang tempat bertapa Ken Arok, dan masih banyak koleksi lainnya. Setidaknya, ruangan ini memberi gambaran yang cukup jelas tentang sejarah kota Malang di masa lalu.
Untuk melihat periode ke-3 Museum Malang Tempo Doeloe, pengunjung diajak naik ke lantai 2. Di tempat ini pengunjung bisa melihat foto-foto walikota Malang yang pernah menjabat sejak jaman Belanda hingga sekarang ini. Setelah itu, pengujung diantar ke jaman revolusi yang berlangsung pada periode 1945 – 1949 yang digambarkan dalam diorama. Ada juga bagian Museum Malang Tempoe Doeloe yang khusus menyajikan gambaran pendudukan Jepang di Indonesia. Nuansanya pun Jepang banget!
Inilah jaman yang paling dekat dengan sejarah bangsa Indonesia yang disajikan oleh Museum Malang Tempo Doeloe karena di saat itulah ibu pertiwi berjuang keras untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan. Diorama seperti penjara besi, patung Bung Karno, ilustrasi yang menggambarkan suasana rapat KNIP yang dipimpin Bung Hatta pun cukup akomodatif.
Dan yang terakhir adalah periode sekarang yang melukiskan kota Malang di masa kini. Kalau dilihat sekilas, tempat ini memang menyajikan tema jadul tapi dengan kemasan modern dan fresh sehingga pengunjung punya gambaran tentang bagaimana Kota Malang tumbuh kembang hingga sekarang. Museum yang mengusung tema New Concept Modern Live Museum  itu sukses dikembangkan pengelolanya sehingga menarik dikunjungi wisatawan.
Tak terasa keasyikan menikmati koleksi Museum Malang Tempo Doeloe ternyata waktunya sudah memasuk jam makan siang. Rombongan mahasiswa UPW Akpar Majapahit tidak perlu jalan jauh-jauh karena rumah makan yang menyajikan menu tradisional Jawa itu siap menghilangkan rasa lapar dan dahaga Anda karena lokasinya dekat dengan museum tersebut. So, makan siang (lunch) bersama saat itu betul-betul luar biasa nikmat karena menunya enak banget dan minumannya menyegarkan.
Setelah menikmati sajian makan siang, rombongan mahasiswa UPW Akpar Majapahit kembali mengikuti city tour dengan menyusuri Jl Ijen Boulevard, Alun-alun Kota Malang, melewati Toko Oen, yang kondang karena toko itu menyediakan es krim tempo doeloe yang lezat sejak dulu hingga sekarang.
CANDI SINGHASARI
Puas berkeliling kota Malang, rombongan melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi situs peninggalan sejarah Candi Singhasari di Jl Kertanegara Dukuh Krajan, Desa Candirenggo, Kec. Singosari dan Candi Sumberawan di Jl. Toyomarto Kec. Singosari Kabupaten Malang. Candi Sumberawan lokasinya enam kilometer dari Candi Singhasari yang terletak di kaki Gunung Arjuna.
Candi Singosari adalah candi Hindu – Buddha yang merupakan peninggalan bersejarah dari Kerajaan ternama yakni "Kerajaan Singhasari". Candi ini berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, lebih kurang 11 km sebelah utara dari pusat kota Malang. Candi Singosari atau Singhasari kadang disebut pula sebagai "Candi Ken Dedes" ,Candi Singhasari merupakan makam Raja Kertanegara (1268 – 1292) sebagai Bhirawa atau dewa Syiwa dalam bentuk ganas.
Di sebelah barat candi Singhasari (kurang lebih 100 Meter) terdapat dua arca besar yang mempunyai tinggi 3,7 Meter yang disebut sebagai penjaga atau lebih dikenal dengan Arca Dwarapala dari sebuah taman yang indah dan luas pada jaman Kerajaan Singhasari, yang mungkin mencakup Sumberawan.
Tidak banyak sisa-sisa Kerajaan Singosari yang pernah berkuasa abad 13 di Jawa Timur. Hanya ada sebuah candi yang belum selesai dibangun dan dua patung raksasa yang berdiri menjaga di depan istana sebagai jejak yang tersisa dari salah satu kerajaan besar di Nusantara ini.
Candi Singosari disebut masyarakat setempat sebagai  "Candi Cungkup" awalnya sempat dinamakan juga Candi Renggo, Candi Menara, dan Candi Cella. Untuk sebutan yang terakhir karena candi ini memiliki celah sebanyak empat buah di bagian tubuh candi. Hingga kini nama yang lebih dikenal adalah Candi Singosari karena letaknya di Singosari.

Banyak yang menganggap bahwa Candi Singosari adalah makam Raja Kertanegara sebagai raja terakhir Singosari. Akan tetapi pendapat ini diragukan banyak ahli, lebih dimungkinkan Candi Singosari merupakan tempat pemujaan Dewa Siwa karena sistem mandala yang berkonsep candi Hindu dan sekaligus sebagai media pengubah dari  air biasa menjadi air suci (amerta).
Sebelum kembali ke Surabaya, rombongan mahasiswa UPW Akpar Majapahit memungkasi praktik Basic Guiding dan Tour Guiding dengan mengunjungi situs peninggalan sejarah Candi Sumberawan di Singosari.

Candi Sumberawan adalah candi bersejarah dan satu-satunya Stupa di Jatim. Candi ini terletak di kaki Gunung Arjuna pada keitnggian 650 meter di atas permukaan laut (dpl), tepatnya di Desa Toyomarto, Kec. Singosari Kabupaten Malang.

Situs ini merupakan peninggalan Kerajaan Singosari dan hanya berjarak sekitar enam kilometer dari Candi Singhasari. Sering juga disebut Candi Rawan karena terletak di tepi rawa yang mata airnya selalu mengalir sepanjang tahun.

Candi yang berada sekitar lima kilometer dari kota Malang ini terbuat dari batuan andesit dengan dimensi panjang 6,25 meter, lebar 6,25 meter dan tinggi 5,23 meter. Konon candi ini dibangun untuk menghormati Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit yang berkunjung ke daerah itu pada tahun 1359. Menariknya, Candi Sumberawan merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jatim.

Kaprodi UPW Akpar Majapahit Dewi Mariana M.Par mengatakan, usai mengikuti rangkaian praktik basic guiding dan tour guiding di Malang, mahasiswa mendapat tugas dari dosen pembimbing untuk membuat laporan perjalanan.

Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan di kampus Akpar Majapahit dan ingin mendaftarkan diri sebagai mahasiswa baru di kampus tersebut, silakan menghubungi Divisi Marketing Akpar Majapahit Surabaya Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Dosen Akpar Majapahit Apresiasi Program ’English Day’

By : berita kuliner
Dosen Akpar Majapahit Apresiasi Program ’English Day’

Drs Effendi M.Pd Ajak Mahasiswa Proaktif Berbahasa Inggris di Kampus


PROGRAM baru English Day yang dikenalkan kali pertama oleh Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus Sutrisno M.Par pada Selasa (09/03/2016) lalu, juga mendapat apresiasi positif dari kalangan dosen di lingkungan civitas akademika Akpar Majapahit yang berkampus di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya.
Di antara dosen yang antusias berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan mahasiswa Prodi D3 Perhotelan antara lain Drs Effendi M.Pd (dosen English Business), Hardita M.Par (dosen Front Office), R Paulus Sutrisno M.Par (dosen House Keeping), Agus Sudarsono M.Par (dosen House Keeping), Mafthucha SE, Dipl.Hot., M.Par (dosen Service dan Etika).
Usai mengikuti perkuliahan House Keeping yang diasuh oleh R. Paulus Sutrisno M.Par. Selasa (15/03/2016), sejumlah mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit kembali mengikuti Mata Kuliah Umum (MKU) English Business. Mata kuliah ini diasuh oleh Drs Effendi M.Pd.
Dengan gayanya mengajar yang serius tapi santai (sersan), mahasiswa langsung disapa –tentunya dengan menggunakan bahasa Inggris—saat hendak mengajarkan English Business, yang mengangkat tema equipment di hotel dan perkantoran.  
Perkuliahannya kali ini tidak masuk ruang kelas, tetapi mahasiswa diajak simulasi langsung di ruang terbuka lantai 4 dengan membentuk kelompok kecil sehingga simulasi dalam perkuliahan English Business tersebut terasa gayeng, nyaman dan menumbuhkan antusiasme belajar mahasiswa saat mereka diajak berkomunikasi bahasa Inggris dengan Drs Effendi M.Pd.
Suasana kuliah ketika itu semakin mencair setelah dosen polyglot –mempunyai kecakapan berbahasa asing lebih dari satu— ini memancing sejumlah pertanyaan dalam diskusi tersebut. Bahkan saking antusiasmenya mahasiswa yang diajak conversation oleh Drs Effendi M.Pd, ada seorang mahasiswa D3 Perhotelan yang membawa sebuah kamus lengkap demi bisa mengikuti perkuliahan tersebut.
”Dengan model perkuliahan yang disimulasikan seperti ini, saya ingin mahasiswa tidak memandang English Business sebagai momok apalagi sampai meremehkannya, sebaliknya saya ingin mahasiswa semakin fun dan enjoy saat ber-conversation dengan dosen maupun sesama mahasiswa di lingkungan kampus,” kata Effendi, dalam suatu kesempatan bersama kru www.culinarynews.info.
Masih menurut Effendi, model pembelajaran dengan membuat simulasi di luar ruang kelas, merupakan salah satu terobosan unik agar mahasiswa tidak bosan saat bertatap muka dengan dosen. Bahkan simulasi seperti ini menumbuhkan semangat baru bagi mahasiswa untuk tidak memandang mata kuliah tertentu seperti English Business ini, sebagai mata kuliah yang menjemukan, melainkan menjadi kebutuhan mahasiswa.
Seperti disampaikan Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit, R. Paulus Sutrisno M.Par, program baru English Day yang diluncurkan pekan lalu, selain mengapreasikan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa, juga mengajak para dosen di lingkungan civitas akademika Akpar Majapahit berkomunikasi dalam bahasa Inggris pada setiap hari Selasa.
Tujuannya untuk membiasakan mahasiswa dan dosen berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, terhitung sejak Selasa (09/03/2016), Prodi Perhotelan Akpar Majapahit meluncurkan English Day. Program baru ini berlaku efektif sejak Selasa (09/03/2016) lalu, di mana setiap mahasiswa dan dosen D3 Prodi Perhotelan wajib berkomukasi dalam bahasa Inggris baik saat perkuliahan maupun ketika jam istirahat di kelas.
Berkomunikasi dalam bahasa Inggris ini menitikberatkan pada conversation, karena  bahasa Inggris merupakan bahasa pergaulan internasional yang banyak diaplikasikan oleh industri pariwisata dan perhotelan.
”Dengan dikenalkannya program baru ini, saya berharap mahasiswa Akpar Majapahit akan terbiasa berbahasa Inggris di lingkungan kampus sehingga kebiasaan baik ini akan bermanfaat saat mahasiswa mengikuti on the job training (OJT) maupun kerja di industri,”  kata R Paulus Sutrisno, M.Par, Kaprodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit kepada kru www.culinarynews.info di ruang kerjanya.
Masih menurut Paulus, program baru English Day ini hanya berlaku tiap hari Selasa, sedangkan pada hari-hari lain mahasiswa tidak wajib berbahasa Inggris di lingkungan kampus. Khusus pada hari Selasa, mahasiswa D3 Prodi Perhotelan wajib memakai bahasa Inggris saat berkomunikasi dengan dosen maupun sesama mahasiswa di lingkungan kampus.
”Dengan melatih berbicara dengan bahasa Inggris, mahasiswa yang semula grothal grathul saat berkomunikasi dengan dosen maupun sesama mahasiswa di kelas, perlahan-lahan bisa semakin lancar conversation-nya. Tidak hanya mahasiswa, dosen pun wajib melaksanakan program baru ini dengan sebaik-baiknya,” terang Paulus Sutrisno.

Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin bergabung dengan civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

Kisah Chorina Olga Della, Mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit - Kuliah Sambil Kerja ’Part Time’, Semula Tak Diminati, Sekarang Keenakan

By : berita kuliner
Kisah Chorina Olga Della, Mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit 

Kuliah Sambil Kerja ’Part Time’, Semula Tak Diminati, Sekarang Keenakan 

SEBAGAI mahasiswa Prodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit, Chorina Olga Della Suprapto, kiprahnya dalam keseharian di kampus, seperti kebanyakan mahasiswa lainnya yang mengambil Program Studi Perhotelan, tampak ceria, energik dan menunjukkan antusiasme tinggi saat belajar di kelas.
Sosok gadis semampai itu terlihat semakin ciamik penampilannya dengan padu padan seragam atasan dan bawahan, dipercantik dengan dasi merah dan dibalut dengan jaket almamater warna ungu kebanggaan mahasiswa dan civitas akademika Akpar Majapahit yang berkampus di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya.
Setelah bergabung bersama civitas akademika Akpar Majapahit, Oktober 2015 silam, sekitar pertengahan Januari 2016, Chorina mendapat kabar dari staf Marketing Akpar Majapahit –Farah Fina--- melalui layanan Black Berry Messenger (BBM)  tentang lowongan kerja paruh waktu (part time) di Matoa Café & Resto.
”Semula pesan di BBM itu tidak terlalu saya perhatikan, karena saat itu saya tidak berminat kuliah sambil kerja. Beberapa hari kemudian ada seniornya –Kak Tri-- yang juga menginfokan tentang peluang kerja tersebut. Setelah cukup yakin, saya pun didaftarkan sebagai staf part time di Matoa Café & Resto,” kata Della, sapaan Chorina Olga Della Suprapto.
Tak harus menunggu lama, dirinya kemudian dipanggil oleh Manager Matoa Café & Resto, Yuski, untuk di-interview. Dari wawancara tersebut terungkap bahwa lowongan kerja paruh waktu itu tidak hanya terbuka bagi mahasiswa Akpar Majapahit, tetapi bisa saja diisi orang dari luar kampus, yang memang berminat kerja di café dengan sungguh-sungguh.
”Nah, mengingat saya masih kuliah di Akpar Majapahit, tentu saja pilihan untuk mengisi posisi lowong di Matoa Café & Resto sebagai tenaga part time, akhirnya jatuh pada diri saya. Pengalaman pertama ini menjadi babak baru dalam hidup saya karena kuliah sambil kerja. Setelah menjalani suasana baru selama beberapa hari, saya bisa enjoy juga,” tutur gadis berkacamata ini sambil tersenyum.
Keputusannya untuk menerima tawaran kerja paruh waktu di Matoa Café & Resto itu bukan tanpa alasan, karena setelah dirinya mengkaji secara mendalam, anak pertama dari dua bersaudara kelahiran Jember,  31 Mei 1999 silam ini bisa mengambil keputusan yang terbaik yakni bagaimana bisa menyelaraskan antara waktu kuliah dengan jam kerja di café.
Kuliah sambil kerja yang dilakoni Chorina Olga Della Suprapto memang butuh kepiawaian dalam me-manage waktu demi hasil yang maksimal. Untuk itu, dirinya punya prinsip bagaimana agar keduanya bisa jalan secara harmonis.
Keputusan mengambil peluang kerja paruh waktu, juga dinilainya tepat karena sebagai anak kos, dirinya tidak suka diam sepulang kuliah kemudian cari-cari kegiatan di kampus. Nah inilah yang melatarbelakangi kenapa info kerja paruh waktu akhirnya diambil juga sekalipun pada awalnya dirinya tidak berminat.
”Prinsipnya, seni me-manage waktu inilah yang sukses saya aplikasikan dalam keseharian saya sekarang. Syukurlah semuanya bisa berjalan lancar. Kalau pun suatu saat ada benturan antara jam kuliah dengan kerja di café, saya selalu infokan ke manager café,” terang Della menyampaikan kiatnya.
Misalnya, jadwal kuliah regular  pagi (pukul 08.00-12.00) bisa diselaraskan dengan jam kerja paruh waktu di café, mulai pukul 12.00-17.00 untuk hari Senin-Jumat, sedangkan pada hari Sabtu, karena kuliah off maka dirinya bisa full di café mulai pukul 08.00-17.00. Khusus pada hari Minggu, sifatnya tentatif, artinya kalau café lagi ada order, dirinya baru masuk kerja. 
Hal positif yang lain setelah dirinya bergabung  di Matoa Café & Resto, selain bisa memahami karakter anggota tim di internal café, pihaknya juga turut andil dalam membangun team work yang solid dengan personel yang lebih dulu eksis seperti Yuski, Roudlotul, Kak Tri, Chef Budiono dan yang lainnya.
"Selain itu, saya juga bisa memahami karakter kastemer yang datang ke Matoa Café & Resto. Pasalnya, tidak sedikit kastemer café yang inginnya minta didahulukan saat pesan makanan maupun minuman di sini. Saya yakinkan bahwa setiap kastemer mendapatkan layanan sesuai nomor urut antrean,” kata Chorina yang pernah mengenyam studi Interior Design di ITS selama dua semester pada 2014/2015 silam.
Nah berkat keuletannya bekerja dan membagi waktu antara kuliah dan kerja, Chorina Olga Della kini bisa menikmati honor dari kerja paruh waktu (basic salary Rp 500 ribu ++)  sekalipun kiriman uang kuliah, uang kos dan lain-lain dari orang tua tetap mengalir lancar setiap bulannya. 
Satu hal lagi dirinya juga mendapat tantangan baru dari akademik untuk mengelola Unit Usaha Laundry di kampus bersama tiga teman kuliahnya yang lain. Saat ini dirinya masih menunggu kabar lebih lanjut dari Kaprodi D3 Perhotelan dan Ketua Yayasan. Selamat dan sukses. God Bless You….! (ahn)

Prodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit Luncurkan ’English Day’

By : berita kuliner
Prodi D3 Perhotelan Akpar Majapahit Luncurkan ’English Day’

Asah Kemampuan Mahasiswa Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris di Lingkungan Kampus

UNTUK membiasakan mahasiswa berkomunikasi dalam bahasa Inggris, maka terhitung mulai Selasa (09/03/2016), Prodi Perhotelan Akpar Majapahit meluncurkan program baru English Day.
English Day ini berlaku efektif mulai Selasa (09/03/2016) lalu, di mana setiap mahasiswa D3 Prodi Perhotelan wajib berkomukasi dalam bahasa Inggris baik saat perkuliahan maupun ketika jam istirahat di kelas.
Berkomunikasi dalam bahasa Inggris ini menitikberatkan pada conversation, karena  bahasa Inggris merupakan bahasa pergaulan internasional yang banyak diaplikasikan oleh industri pariwisata dan perhotelan.
”Dengan dikenalkannya program baru ini, saya berharap mahasiswa Akpar Majapahit akan terbiasa berbahasa Inggris di lingkungan kampus sehingga kebiasaan baik ini akan bermanfaat saat mahasiswa mengikuti on the job training (OJT) maupun kerja di industri,”  kata R Paulus Sutrisno, M.Par, Kaprodi Perhotelan Akpar Majapahit kepada kru www.culinarynews.info di ruang kerja, Selasa (09/03/2016).
Masih menurut Paulus, program baru English Day ini hanya berlaku tiap hari Selasa, sedangkan pada hari-hari lain mahasiswa tidak wajib berbahasa Inggris di lingkungan kampus. Khusus pada hari Selasa, mahasiswa D3 Prodi Perhotelan wajib memakai bahasa Inggris saat berkomunikasi dengan dosen maupun sesama mahasiswa di lingkungan kampus.
”Dengan melatih berbicara dengan bahasa Inggris, mahasiswa yang semula grothal grathul saat berkomunikasi dengan dosen maupun sesama mahasiswa di kelas, perlahan-lahan bisa semakin lancar conversation-nya. Tidak hanya mahasiswa, dosen pun wajib melaksanakan program baru ini dengan sebaik-baiknya,” terang Paulus Sutrisno.
Ia mencontohkan saat perkuliahan di kelas, baik dosen maupun mahasiswanya berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Mau tak mau, suka tidak suka, mahasiswa juga dipacu untuk membiasakan diri berbahasa Inggris sesuai kemampuannya masing-masing.
Sekalipun kemampuannya masih pas-pasan, mahasiswa D3 Prodi Perhotelan Akpar Majapahit tetap percaya diri berkomunikasi dalam bahasa Inggris saat sesi tanya jawab dengan dosennya di dalam kelas.
Begitu juga ketika dibentuk dua kelompok mahasiswa untuk melakukan simulasi dengan menggunakan bahasa Inggris di luar kelas, dosen juga proaktif memberikan pendampingan sehingga arah diskusi dalam bahasa Inggris tersebut tetap fokus.
Selain itu, pihak kampus juga memberi punishment terhadap mahasiswa yang ketahuan tidak berbahasa Inggris pada hari Selasa. Bentuk hukumannya adalah membayar denda Rp 1.000,- per orang. Kalau Anda ingin maju, jangan melihat besaran dendanya, tetapi bagaimana Anda bersikap terkait pelaksanaan program baru tersebut demi kebaikan Anda sendiri.
”Oleh karena itu saya optimistis jika kebiasaan berkomunikasi dalam bahasa Inggris bisa dijalankan secara kontinyu, mahasiswa semakin lancar conversation-nya. Dengan mengasah kemampuan berbahasa Inggris, mereka semakin siap bersaing di industri perhotelan sekaligus mengisi ceruk pasar tenaga kerja terkait dengan implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016,” pungkasnya.
Nah, Anda tertarik dengan aneka kegiatan mahasiswa di kampus Akpar Majapahit dan ingin bergabung dengan civitas akademika Akpar Majapahit, silakan menghubungi Tim Marketing Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-25, 8480821-22, sekarang juga. (ahn)

- Copyright © SEKOLAH PERHOTELAN & PARIWISATA - Majapahit Tourism Academy - Powered by MATOA - Designed by Irvan -