INFO

Archive for Agustus 2015

Belajar Penataan Meja (Table Set Up) di Akpar Majapahit

By : berita kuliner


Fasilitas berpengaruh penuh dalam menunjang efektivitas pembelajaran. Sebagai Mahasiswa Perhotelan, harus sering praktek daripada teori untuk bekal mereka pada saat magang pada tahun ketiga/semester 6.
Sebelum dilepas untuk magang,Mahasiswa dibekali banyak ilmu teori maupun praktek. Sehingga mampu menguasai dan siap bekerja di Industry perhotelan. Contohnya Mahasiswa harus mampu menguasai cara kerja Departemen Front Office,Restoran dan Departemen lainnya.
Fasilitas di Kampus Akpar Majapahit telah memadai untuk praktek,bahkan juga tersedia Lab.Laundry sebagai section yang harus ada di Departemen House Keeping di Hotel pada umumnya.




TIPE DASAR PELAYANAN :
  TABLE SERVICE
  COUNTER SERVICE
  SELF SERVICE
  CARRY OUT SERVICE
Ø  TABLE SERVICE : Pelayanan dimana waiter/ss mengantarkan setiap hidangan kepada tamu yang menikmati hidangannya di meja makan.
Ø  COUNTER SERVICE : Pelayanan terhadap tamu yang menikmati hidangannya di counter restoran.Dimana counter merupakan pembatas antara dapur dan restoran.
Ø  SELF SERVICE : Biasa di sebut dengan buffet service yaitu seluruh hidangan mulai appetizer sampai dessert di tata di meja hidang dan tamu dapat menikmati secara bebas dengan mengmbil sendiri hidangan yang di inginkan
Ø  CARRY OUT SERVICE : Biasa disebut take out service yaitu pelayanan makanan siap saji atau cepat saji dimana tamu diharuskan membawa makanannya dalam keadaan terbungkus
Ø  TRAY SERVICE : Pelayanan makanan siap saji dimana tamu dapat menikmati makanan yan gtelah disipakan di tray / nampan oleh petugas restoran, dan lansung membayar makanan tersebut sebelum meninggalkan counter.
MENATA MEJA MAKAN ( TABLE SET – UP ) : Seperangkat peralatan bersih yang terdiri  dari : China Ware, glass ware, cutlery dan linen yang disusun dengan lengkap dan rapi diatas meja makan untuk pelayanan makan tamu.
Ø  BASIC TABLE SETTING : Penataan meja yang diawali dengan peralatan yang terletak di tengah – tengah meja. Seperti : ashtry, vas, table number, salt&pepper, sugar bowl.
Ø  TABLE SET – UP STANDARD
      BREAKFAST
      LUNCH
      DINNER
      ELABORATE
v  BREAKFAST
Ø  Continental BreakfastMakan pagi yang ringan yang biasanya hanya terdiri dari minuman, toast / rolls.
Harga lebih murah dan komposisinya sedikit :
      Juice ( Fresh or extrac )
      Fruit ( Fresh or compote )
      Bread ( Croissant / dennis Pastry )
      Mentega
      Tea/ Coffe
v  AMERICAN BREAKFAST
Ø  Makanan pagi yang agak berat karena ada tambahan egg atau meat dishes. Harganya lebih mahal dengan komposisi :
      Juice
      Fruit
      Cereal
      Egg Dishes
      Meat Dishes
      Tea / Coffe
v  COUNTRY BREAKFAST
Ø  Makan pagi dimana hidangan yang disajikan oleh sesuai dengan makanan negara hotel berdiri.
      Contoh : Indonesia : Pecel, Soto, Rawon dll
  Table Set – up Breakfast terdiri dari :
      B & B Plate
      Butter Spreader
      Dinner Knife & Fork
      Napkin
      Tea / Coffe Cup
      Water Goblet
v  LUNCH & DINNER : Menu merupakan kunci utama dalam penatan meja makan pada sebuah restoran. Untuk standard table set – up Lunch dan Dinner tidak ada perbedaan yang terdiri dari :
B & B Plate                                   Tea / Coffe Cup
Butter Spreader                             Desert Spoon
Dinner Knife & Fork                    Water Goblet
Napkin
Soup Spoon

v  ELABORATE
      Table Set – up untuk keperluan jamuan makan resmi atau jamuan kenegaraan. Terdiri dari :
      B & B Plate                             Tea / Coffe Cup
      Butter Spreader                                   Desert Spoon
      Dinner Knife & Fork              Ice Cream Spoon       
      Fish Knife                                           Napkin
      Soup Spoon                             Red/White Wine glass
      Champagne Glass                   Goblet


Akpar Majapahit Menerapkan Modul Baru Perkuliahan Praktek Kuliner

By : berita kuliner


AKPAR
 Majapahit yang berkampus di Jl Jemursari 244 Surabaya, terus berkreasi sekaligus meng-up date modul pembelajaran pada program studi kuliner demi meningkatkan kompetensi mahasiswa menyikapi trend industri kuliner yang berkembang pesat akhir-a
khir ini.

Dosen Akpar Majapahit Ari Purwanto S.St Par. MM mengatakan itu usai menemui Presdir Matoa Holding Ir Juwono Saroso MM di ruang kerjanya, kemarin (18/08/2015), sehubungan dengan diberlakukannya modul pembelajaran baru program studi kuliner bagi mahasiswa jurusan culinary di kampus Akpar Majapahit sejak Mei 2015 lalu.

Chef Ari Purwanto, yang baru saja menyelesaikan studi S2 Magister Management di salah satu perguruan tinggi ternama di Surabaya, menuturkan, semangat untuk mengimplementasi modul baru di lingkungan kampus Akpar Majapahit setelah pihaknya melakukan studi banding dengan lembaga perguruan tinggi, kalangan dunia usaha dan praktisi bisnis kuliner di Surabaya.

Menurut chef Ari Purwanto, modul baru ini merupakan penyempurnaan dari modul standar yang sebelumnya diterapkan dosen kepada mahasiswa. Pada modul yang lama dalam setiap kelas yang berisi 16-20 mahasiswa, dibentuk 4-5 kelompok, di mana setiap kelompok anggotanya terdiri dari 4 mahasiswa. Setiap kelompok wajib membuat tiga macam masakan per harinya.

Kelemahannya ada mahasiswa yang tidak kebagian jatah memasak, sehingga mereka hanya sekadar membantu menyiapkan bahan-bahan sebelum praktik masak.Namun tidak sedikit mahasiswa yang hanya numpang kerja temannya dalam satu tim.

Fakta ini merupakan salah satu dasar pertimbangan kenapa pihaknya memberlakukan modul yang baru tersebut yakni membuat kelompok kecil terdiri dua mahasiswa, sehingga dalam satu kelas ada 8-10 kelompok kecil. Setiap kelompok kecil ditugasi membuat dua macam masakan. Setiap masakan dikerjakan satu mahasiswa.

Ini berarti setiap mahasiswa harus bisa bekerja sendiri tanpa bantuan teman meskipun dalam satu tim (kelompok kecil). Mereka bertanggung jawab atas masakannya sendiri. Setelah hasil kerjanya dinilai dosen, dua masakan tersebut bisa dibawa pulang untuk ditunjukkan kepada orang tuanya masing-masing. Dengan demikian, orang tua bisa memonitor hasil karya putra putrinya selama kuliah.

Selain itu, untuk meningkatkan kompetisi antarmahasiswa dalam satu kelas maupun antarkelas, pihak kampus juga menerapkan battle system. Sistem ini memungkinkan dilakukan perlombaan antarmahasiswa di internal kelas masing-masing, juga lomba masak antarkelas yang dihelat setiap bulan.

Battle system ini bertujuan untuk memacu kreativitas para mahasiswa sehingga mereka bisa selalu tampil kompetitif baik saat masih kuliah maupun terjun di lingkungan kerjanya masing-masing,” kata chef Ari Purwanto.

Masih menurut chef Ari, modul baru ini bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa jurusan culinary yang kelak terjun di masyarakat. Modul baru ini sebelumnya juga sudah disosialisasikan kepada kalangan dosen di lingkungan Akpar Majapahit.

Tak pelak lagi jika pengimplementasi modul baru ini langsung disambut suka cita oleh owner Akpar Majapahit Ir Juwono Saroso dan diapresiasi oleh sejumlah dosen seperti Chef Yuda Agustian, Chef Yanuar Kadaryanto, Chef R Bagus Handoko, Chef Boediono Koeswadi, Chef Adeline Nadia Daniel, Chef Cindra Siendharta.

Chef Boediono Koeswadi, menilai modul pembelajaran baru yang diterapkan kepada mahasiswa jurusan culinary Akpar Majapahit beberapa bulan terakhir ini memberi dampak positif bagi dosen maupun mahasiswa karena pihak lembaga (diwakili dosen) bisa mengetahui secara pasti hasil karya dan kreativitas setiap mahasiswa.

Jika ada mahasiswa yang kesulitan, pihaknya bisa langsung memberi pendampingan sekaligus mencarikan solusinya. Dengan demikian kemandirian dan keberanian mahasiswa juga tumbuh saat dia harus praktik memasak sendiri. Kepercayaan diri mahasiswa juga meningkatkan saat dosen menyodorkan resep masakan yang harus dipraktikkannya pada hari itu.

Selain itu, tambah Chef Boediono, pada saat dihelat battle system, setiap kelompok kecil yang diadu dengan kelompok lain dituntut untuk tetap kompak alias team work-nya harus bagus dan senantiasa menjaga fair play (persaingan sehat).

Sehingga dalam setiap perhelatan lomba-lomba masak yang menuntut kreativitas baru dari setiap anggota tim. Tim yang kalah dalam lomba itu  kena punishment berupa piket seperti membersihkan dapur, cuci piring (general cleaning kitchen) selama 30 menit. ”Nah inilah serunya modul baru yang telah kami berlakukan kepada mahasiswa jurusan Culinary Akpar Majapahit. Antusiasme mahasiswa pun meningkat karena mereka jadi semakin termotivasi untuk menampilkan kreasi terbaiknya,” ujar chef Boediono.

Presdir Matoa Holding Ir Juwono Saroso MM yang juga owner Akpar Majapahit sangat men-support setiap ide kreatif yang datang dari dosen maupun karyawan, termasuk usulan menerapkan modul pengajaran baru kepada mahasiswa jurusan Culinary di lingkungan Kampus Akpar Majapahit.

Konsekuensi dari implementasi modul baru tersebut, pihak yayasan baru-baru ini menambah jumlah kompor dan peralatan dapur yang dipakai untuk praktik mahasiswa, juga belanja bahan untuk masak memasak juga meningkat sampai 50 persen dari sebelumnya.


”Namun penambahan investasi peralatan dan belanja kebutuhan praktik masak memasak mahasiswa masih tertutupi oleh kenaikan uang kuliah mahasiswa. Jadi bagi kami nggak ada masalah senyampang semuanya itu demi kebaikan lembaga, dosen dan mahasiswa sendiri,” pungkasnya. (ahn)

Cantik & Mungil Sajian Western Hors D Oeuvre

By : berita kuliner

Culinary Advanced – Akademi Pariwisata Majapahit

 ‘Small is beautiful’ mungkin ini kata-kata yang cocok diucapkan saat melihat kreasi mahasiswa Akpar Majapahit kelas Culinary Advanced yang sedang praktik membuat sajian Western Hors D Oeuvre.


Berbicara tentang materi Western Hors D Oeuvre, Chef Budiono selaku dosen kuliner menjelaskan dalam pokok bahasan ini mahasiswa diajarkan membuat hidangan pembuka selera berukuran mungil (small bite). Sajian ini memiliki keindahan tersendiri, rasa yang enak (tastefull), ringan (ligth), menyegarkan, dan disajikan dengan penampilan menarik.

 
 

Dalam praktiknya, mahasiswa Culinary Advanced membuat 8 menu, antara lain King Prawn and Avocado Salad with Gazpacho, Fajitas with Guacamole, Cilantro Roasted Veal Medallions with Portobello Mushroom Tart, Charred Mexican Style Flank Beef Wrapped in Flour Tortila with Picodegallo, Seared Sea Scallop and Romesco Sauce, Oyster Tasting with Three Dips, Spinach Crepes with Lentil Raqout and Tomato Coulis, dan Vegetables and Tofu Cannelloni with Cilantro.


Menurut chef Budiono, sajian Western Hors D Oeuvre diperlukan kejelian dan kreativitas. Hampir semua menu yang dipraktekan menggunakan bahan segar dan bumbu yang khas yaitu bumbu-bumbu yang merangsang selera makan. Sehingga citarasa yang ditampilkan harus unik, lembut, dan tetap menyegarkan.


Ia juga menjelaskan bahwa disetiap minggu diakhir materi perkuliahan, mahasiswa Culinary Advanced dianjurkan untuk membuat Food Creation. Dengan harapan, mahasiswa mampu menciptakan kreasi menu baru yang layak dan bernilai jual.


Dengan poin penilaian yang meliputi rasa, tekstur, penampilan dan kreativitas, beberapa mahasiswa Culinary Advanced seperti Ridho D membuat kreasi menu Salmon Fry with Clam Sauce, dan Titus F. membuat kreasi menu Salmon Blackpepper Sauce. Wah, dalam waktu selama 90 menit, mereka dapat menyajikan sajian berukuran mungil dan cantik, lho !


Pasti keren bukan, tampilan produk Western Hors D Oeuvre yang dibuat oleh mahasiswa Akpar Majapahit kelas Culinary Advanced? Sudah tidak diragukan lagi, kelas Culinary Advanced yang ada di kampus Akademi Pariwisata Majapahit memberikan ruang belajar bagi Anda dalam berkreatifitas di dunia kuliner untuk menjadi chef profesional. *Upi

Kampus Akademi Pariwisata Majapahit
Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 234 & 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050
www.majapahit.org / www.matoa.info

- Copyright © SEKOLAH PERHOTELAN & PARIWISATA - Majapahit Tourism Academy - Powered by MATOA - Designed by Irvan -